Sambut HJKB, Kota Bandung Usung “Solidarity in Harmony” sebagai Identitas Visual Baru

Diterbitkan

Selasa, 15 September 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

509 kali

Berita ini dilihat

1 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Menjelang Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB), Pemkot Bandung memperkenalkan identitas visual “Solidarity in Harmony”.

Identitas visual tersebut menjadi representasi semangat Bandung sebagai kota yang terbentuk dari keberagaman, pertemuan, kolaborasi, dan kreativitas masyarakat.

Tagline “Solidarity in Harmony” menggambarkan Bandung sebagai ruang bersama bagi warga, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, seniman, dan berbagai gagasan.

Secara historis, perjalanan Bandung menunjukkan berbagai titik balik yang membentuk karakter kota hingga saat ini.

Bandung lahir sebagai pusat pemerintahan pada 1810, kemudian dikenal sebagai Paris van Java pada 1928.

Perjalanan tersebut berlanjut melalui peristiwa Bandung Lautan Api pada 1946 dan Konferensi Asia-Afrika pada 1955.

Memasuki era modern, Bandung kembali menemukan identitasnya sebagai salah satu kota kreatif sejak 2008.

Semangat titik balik tersebut kembali dihadirkan dalam peringatan HJKB ke-216 sebagai kelanjutan identitas visual tahun sebelumnya.

Identitas visual HJKB ke-216 dikembangkan dengan pendekatan lebih terbuka melalui elemen-elemen yang bergerak dan menghasilkan berbagai kemungkinan susunan.

Pendekatan tersebut menggambarkan perkembangan Bandung yang semakin membuka ruang masyarakat untuk bertemu dan beraktivitas.

Ruang tersebut hadir melalui berbagai acara, festival, ruang terbuka, maupun aktivitas komunitas yang menghidupkan berbagai sudut kota.

Sepanjang 2025, Pemkot Bandung mempromosikan 84 agenda pariwisata dan kebudayaan melalui Calendar of Event.

Berbagai agenda tersebut turut mendorong pemanfaatan ruang kota sebagai tempat interaksi masyarakat melalui kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.

Salah satunya Asia Africa Festival 2025 yang menghidupkan kawasan Jalan Asia Afrika, Braga, hingga Cikapundung.

Kawasan tersebut menjadi ruang bagi pertunjukan budaya, bazar UMKM, komunitas seni, serta berbagai aktivitas publik masyarakat.

Selain festival, sejumlah ruang kota terus ditata dan diaktifkan kembali sebagai ruang publik bagi masyarakat.

Salah satunya kawasan kolong Pasupati yang dikembangkan menjadi ruang kreatif bagi komunitas, seniman, dan masyarakat.

Dalam konsep HJKB ke-216, kata “Solidarity” merepresentasikan relasi dan kebersamaan yang memungkinkan warga serta komunitas bergerak bersama.

Sementara itu, “Harmony” tidak dimaknai sebagai keseragaman, melainkan kemampuan mengelola perbedaan menjadi kekuatan yang produktif.

Karena itu, HJKB ke-216 diposisikan sebagai salah satu titik balik berikutnya bagi Kota Bandung.

Perayaan hari jadi tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan kota, tetapi juga melihat potensi keberagaman sebagai energi pembangunan.

Dari sisi visual, identitas HJKB ke-216 dirancang dengan karakter hangat, ringan, dan mengundang agar dekat dengan masyarakat.

Elemen visual tersebut dirancang agar mudah dikenali dalam berbagai ukuran maupun media, termasuk cetakan kecil dan satu warna.

Angka “216” menjadi salah satu elemen utama yang dirancang agar dapat dikenali masyarakat dalam sekali lihat.

Melalui identitas visual dan tagline “Solidarity in Harmony”, HJKB ke-216 menjadi representasi semangat warga membangun ruang bersama.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait