Selesaikan Masa Layanan di PPSGRA Subang, 48 Anak Asuh Buktikan Mampu Mandiri dan Siap Memulai Babak Baru

Diterbitkan

Kamis, 25 Juni 2026

Penulis

Rilis Humas Jabar

|

Rilis Humas Jabar

2,6 rb kali

Berita ini dilihat

2 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KAB. SUBANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengakhiri layanan rehabilitasi sosial bagi 48 anak asuh yang lulus SMA dan telah memiliki rencana pendidikan maupun pekerjaan (24/6/2026).

Prosesi terminasi dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Sosial Griya Ramah Anak sebagai bagian dari pembinaan kemandirian anak asuh.

Sebanyak 48 anak tersebut merupakan bagian dari 360 anak asuh asal 17 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang mendapatkan layanan pembinaan.

Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peserta telah memiliki arah masa depan yang jelas setelah menyelesaikan masa layanan.

Sebanyak 19 anak asuh telah terserap di dunia kerja setelah mengikuti proses pembinaan dan pendampingan.

Selain itu, tujuh anak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan empat lainnya menjalani kuliah sambil bekerja.

Sebanyak tiga anak sedang mengikuti pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kompetensi kerja sesuai kebutuhan industri.

Sementara itu, 10 anak lainnya sedang melamar pekerjaan dan mengikuti pelatihan vokasional sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih mengapresiasi capaian tersebut sebagai hasil dari pembinaan yang berorientasi pada kemandirian.

"Capaian ini menunjukkan bahwa layanan rehabilitasi sosial di Jawa Barat tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan dasar anak (basic needs), melainkan sudah melangkah jauh ke arah pemberdayaan yang substantif. Kita ingin memastikan anak-anak asuh kita keluar dari sini dengan kepala tegak, siap bersaing di dunia kerja, melanjutkan pendidikan, dan menjadi pribadi yang mandiri serta produktif di masyarakat," ujar Noneng.

Menurutnya, layanan rehabilitasi sosial saat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menyiapkan masa depan anak asuh secara berkelanjutan.

Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Ramah Anak Ravi Wisesha menyampaikan, terminasi menjadi awal bagi anak asuh untuk menerapkan bekal yang telah diperoleh.

"Ini adalah awal bagi mereka untuk menerapkan bekal pendidikan, keterampilan, dan nilai-nilai kemandirian yang telah diperoleh selama berada dalam layanan sosial," tambah Ravi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus memperluas kemitraan dengan berbagai pihak guna meningkatkan peluang pendidikan dan pekerjaan bagi alumni.

Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, lembaga pelatihan kerja, serta mitra strategis lainnya.

Langkah ini diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi, pelatihan vokasional, dan kesempatan kerja bagi anak asuh setelah menyelesaikan pembinaan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan generasi muda yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait