PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menggelar simulasi evakuasi mandiri di Rusunawa Cingised.
Kegiatan berlangsung di Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Sabtu (5/9/2026), untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa Sesar Lembang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi menjelaskan, simulasi menggunakan skenario gempa Sesar Lembang sebagai ancaman paling destruktif.
“Kita pilih skenario ini karena gempa Lembang merupakan potensi bencana yang paling destruktif di Kota Bandung. Kegiatan ini pun bertepatan dengan masa peringatan ulang tahunnya,” ujar Didi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Pemilihan Rusunawa Cingised mempertimbangkan kepadatan hunian yang tinggi sehingga kawasan tersebut memiliki kerentanan terhadap dampak bencana.
Selain itu, warga dan pengelola Rusunawa Cingised menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti simulasi evakuasi mandiri yang disiapkan BPBD.
“Kawasan ini padat sekali sehingga sangat rentan saat bencana terjadi. Selain itu, kebersediaan masyarakatnya luar biasa. Tidak semua warga bersedia ikut simulasi, tetapi di sini dikelola oleh organisasi pengelola teknis. Mereka sangat antusias menyambut kegiatan ini,” tambahnya.
Simulasi berfokus meningkatkan kapasitas warga melalui latihan langsung agar mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.
Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Puskesmas setempat serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) sebagai pemilik Rusunawa Cingised.
Lebih dari 1.000 warga ditargetkan mengikuti simulasi secara menyeluruh pada pelaksanaan kegiatan yang berlangsung hari berikutnya.
“Mudah-mudahan warga dapat berpartisipasi seluruhnya. Simulasi yang lebih besar dan lengkap akan dilaksanakan besok agar lebih banyak warga yang bisa bergabung,” harap Didi.
Latihan tersebut diharapkan membentuk kebiasaan evakuasi mandiri sehingga warga mampu menyelamatkan diri ketika gempa Sesar Lembang terjadi.
Kesiapsiagaan warga menjadi modal penting agar proses evakuasi berlangsung tenang, cepat, tertib, dan mengurangi risiko korban saat bencana.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)