PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan layanan publik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap berjalan normal meski terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah, karena sistem cadangan daya (power backup) telah tersedia dan berfungsi baik. Farhan menyampaikan hal tersebut di Balai Kota Bandung, Senin (22/6/2026), sekaligus menyoroti dampak pemadaman terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengalami gangguan operasional.
Farhan mengatakan, layanan pemerintahan tidak terdampak signifikan karena Pemkot Bandung telah mengantisipasi kebutuhan energi melalui sistem cadangan yang memadai.
"Sejauh ini pelayanan pemerintah masih berjalan baik karena kami memiliki sistem cadangan daya atau power backup yang cukup baik. Selain itu, konsumsi energi juga sudah lebih efisien," ujar Farhan.
Ia menilai pemadaman listrik berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan kegiatan produksi dan layanan.
"Saya sangat khawatir terhadap suplai listrik yang tersendat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang sangat terdampak," katanya.
Farhan menyebut adanya kasus pelaku usaha ikan hias yang mengalami kerugian akibat matinya ikan saat pemadaman listrik terjadi, sehingga berdampak pada nilai ekonomi usaha tersebut.
"Saya mendengar ada pengusaha ikan hias yang mengalami kerugian karena banyak ikan mati akibat pemadaman listrik. Padahal nilai ekonominya tinggi," ungkapnya.
Ia juga menyoroti sektor usaha lain yang rentan terdampak, seperti bengkel kendaraan dan bengkel bubut yang sangat bergantung pada energi listrik dalam proses produksi.
Farhan berharap Perusahaan Listrik Negara (PLN) dapat meningkatkan kualitas infrastruktur dan sistem kelistrikan agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
"Saya berharap PLN dapat segera memperbaiki berbagai fasilitas dan sistem pendukungnya. Pemerintah Kota Bandung akan mendukung kebutuhan infrastruktur yang diperlukan PLN," tuturnya.
Ia mengimbau pelaku usaha untuk menyiapkan sistem cadangan listrik sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan pemadaman di masa mendatang.
Terkait potensi kerugian ekonomi, Pemkot Bandung belum menerima laporan resmi dan akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melakukan pendataan dampak.
Farhan menegaskan, layanan publik di lingkungan Pemkot Bandung tetap berjalan tanpa gangguan meskipun terjadi pemadaman listrik di beberapa wilayah.
"Alhamdulillah tidak terganggu," pungkasnya.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)