Upaya Investasi Air Baku dari Saguling-Cirata, Akses Layanan PDAM Bandung Ditargetkan Tembus 40 Persen

Diterbitkan

Rabu, 1 Juli 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

171 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung melanjutkan investasi penyediaan air baku dari Waduk Saguling dan Cirata untuk meningkatkan layanan air perpipaan menjadi 40 persen (29/6/2026).

Wali Kota Muhammad Farhan mengatakan proyek tersebut dirancang memasok air baku hingga 3.500 liter per detik guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kita sedang melanjutkan pembicaraan investasi pembangunan pipa dari Saguling dan Cirata sebanyak 3.500 liter per detik ke Kota Bandung. Semua sudah siap, tapi sampai hari ini kami belum mendapatkan persetujuan dari Indonesia Power," ujar Farhan.

Farhan menjelaskan pembahasan masih menghadapi kendala teknis karena ketersediaan air dapat berkurang saat musim kemarau.

"Dalam keadaan musim kemarau, kalau air di Indonesia Power (Saguling) kurang, ya kita tidak bisa dapat air. Maka itu masih jadi pembicaraan secara teknis yang tidak mudah sama sekali," katanya.

Pemkot Bandung juga mengembangkan penyulingan atau filterisasi air Sungai Cikapundung untuk memenuhi kebutuhan air bersih nonkonsumsi masyarakat.

"Air Sungai Cikapundung akan digunakan sebagai air bersih untuk kepentingan non-konsumsi, seperti untuk bersih-bersih, mandi, dan lain-lain," jelas Farhan.

Farhan menyebut cakupan layanan air perpipaan saat ini mencapai sekitar 38 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 40 persen secara bertahap.

Menurutnya, peningkatan bertahap dipilih karena Kota Bandung tidak memiliki sumber air baku sendiri dan masih bergantung pada pasokan daerah lain.

"Kalau sekarang kita masih mengejar 40 persen dulu, dari 38 persen ke 40 persen. Kenapa tidak bisa langsung ke 100 persen? Karena sumber air baku di Kota Bandung sudah tidak ada. Kita membeli semuanya dari provinsi dan kabupaten," ungkapnya.

Pemkot Bandung juga berhasil menurunkan tingkat kehilangan air dari 40 persen menjadi 37 persen melalui perbaikan jaringan bersama mitra dan dukungan Pemerintah Jepang.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait