
PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak larut dalam euforia pasca berbagai momentum di Kota Bandung. Ia menegaskan, seluruh jajaran harus kembali fokus bekerja menghadapi berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Balai Kota Bandung, Senin (25/5/2026). Menurutnya, euforia boleh dirasakan sesaat, namun tidak boleh mengganggu tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
“Euforia hanya boleh berlangsung sejenak saja. Tidak boleh berlama-lama. Kita kembali kepada kenyataan, kembali kepada pekerjaan dan tugas kita,” tegasnya.
Farhan meminta seluruh ASN dan jajaran kewilayahan menuntaskan pembersihan kota dalam waktu 24 jam setelah perayaan kemenangan Persib Bandung. Sejak Jumat malam hingga Minggu dini hari, jajaran Pemkot Bandung terus bergerak membersihkan sisa perayaan, terutama sampah dari konvoi.
Ia juga turun langsung memantau kondisi kota sejak dini hari. Meski begitu, Farhan mengakui kebersihan Kota Bandung belum sepenuhnya pulih.
“Kalau masih ada warga yang mengeluh kota belum bersih, itu harus kita maklumi. Jadikan itu sebagai energi untuk mempercepat pekerjaan kita,” ujarnya.
Menurut Farhan, dibutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk mengembalikan kondisi kota setelah tiga malam penuh aktivitas perayaan. Karena itu, seluruh perangkat daerah dan kewilayahan diminta bergerak cepat dan terkoordinasi agar fungsi Bandung sebagai ibu kota provinsi kembali berjalan optimal.
Di tengah tingginya beban kerja, Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras selama beberapa hari terakhir. Ia menilai dedikasi para petugas menjadi bukti nyata tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan kota.
Selain penanganan sampah, Farhan menyoroti penataan kota yang masih berjalan, termasuk penertiban pedagang kaki lima (PKL). Ia menyebut proses tersebut dilakukan bertahap dengan dukungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, sambil tetap memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat kecil.
Meski tidak diperbolehkan menempati lokasi permanen maupun semi permanen di area tertentu, para PKL tetap diberi ruang berusaha melalui sistem bongkar pasang di lokasi yang diperbolehkan, dengan kewajiban menjaga kebersihan setelah berdagang.
Pemkot Bandung juga tengah mempercepat perbaikan infrastruktur yang dalam satu dekade terakhir mengalami perlambatan akibat pandemi. Farhan menyebut pendapatan asli daerah Kota Bandung saat ini mulai pulih, namun pertumbuhan ekonomi masih perlu digenjot agar mampu mengejar capaian sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang perlu ditangani secara serius, dengan ASN sebagai motor penggerak pemerintahan.
Dalam kesempatan itu, Farhan juga mengajak seluruh ASN meneladani semangat pengabdian para pegawai yang memasuki masa purna tugas.
“Energi positif ini harus menyebar ke seluruh Kota Bandung, berawal dari Balai Kota. Itulah mental juara kita,” ucapnya.
(Diskominfo Kota Bandung /bhf)