PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang dijalankan Komunitas Pengelola Sampah Mandiri (KPSM).
Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelatihan pengelolaan sampah dan pembagian sembilan bahan pokok (sembako) oleh KPSM di Masjid Baiturrahman dan Taman Panda, Jalan Sukamulya, Kelurahan Sukagalih, Kota Bandung, Kamis (27/3/2025).
Erwin mengatakan, program ini sangat penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Ia menyoroti relevansi kegiatan ini dengan nilai-nilai keagamaan, mengutip prinsip annadhafatu minal iman (kebersihan adalah bagian dari iman) serta semangat gotong royong dalam Islam.
“Saya sangat mengapresiasi program ini karena sangat dibutuhkan masyarakat. Kebersihan adalah bagian dari iman, dan saya yakin mereka yang hadir di sini adalah orang-orang yang dirindukan surga karena telah berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan membantu sesama,” ujar Erwin.
Ia juga mengapresiasi upaya KPSM dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah, termasuk melalui inovasi seperti eco-enzyme.
Produk hasil fermentasi sampah organik ini dapat digunakan sebagai pembersih alami, disinfektan, hingga obat untuk berbagai keperluan kesehatan.
Erwin berharap, program ini terus berkembang dan semakin luas cakupannya.
Ia menargetkan, pada 2025 terdapat 700 Kampung Bebas Sampah (KBS) di Kota Bandung.
“Saya berharap program ini bisa semakin luas dan berdampak. Target kita di 2025 adalah memiliki 700 Kampung Bebas Sampah di Kota Bandung. Ini hanya bisa terwujud jika semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi aktif,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat lebih disiplin dalam memilah sampah, terutama selama bulan Ramadan.
Beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) akan ditutup sementara, sehingga kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sangat diperlukan.
"Selama bulan puasa ini, saya minta kita semua lebih aktif memilah sampah. Pada malam takbiran nanti, saya juga mengimbau agar tidak ada aktivitas perdagangan hingga tengah malam agar sampah bisa segera dieksekusi," jelasnya.
Masjid Baiturrahman sebagai tuan rumah kegiatan ini mendapat apresiasi khusus. Masjid ini termasuk dalam 15 masjid yang mendapatkan predikat Kawasan Bebas Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah.
Mereka menegaskan, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, diharapkan permasalahan sampah di Kota Bandung bisa segera terselesaikan. (Diskominfo Kota Bandung/Fauziah)