Wali Kota Instruksikan Manajemen Baru PDAM Tirtawening Konsolidasi Keuangan

Diterbitkan

Selasa, 1 September 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

116 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung meminta manajemen baru Perumda Tirtawening segera membenahi keuangan agar pengelolaan perusahaan lebih terintegrasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menugaskan Ketua Dewan Pengawas dan Direktur Utama melakukan konsolidasi serta pembenahan internal perusahaan.

“Sudah memberikan tugas kepada Ketua Dewas PDAM dan Dirut PDAM agar segera melakukan pembenahan dan juga konsolidasi,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung (31/8/2026).

Konsolidasi keuangan menjadi prioritas karena setiap divisi bisnis Perumda Tirtawening saat ini memiliki rekening yang belum terkonsolidasi.

“Karena manajemen keuangannya agak aneh. Punya satu core business, punya tiga divisi, di mana tidak ada satu konsolidasi manajer keuangan, manajemen keuangan,” katanya.

“Jadi masing-masing divisi bisnis punya rekening sendiri-sendiri yang tidak terkonsolidasi ke dalam rekening perusahaan induk. Kan aneh. Tidak boleh seperti itu,” lanjutnya.

Pembenahan tersebut ditargetkan membuat tata kelola perusahaan lebih profesional sekaligus mendukung pencapaian kinerja yang ditetapkan Pemkot Bandung.

Perumda Tirtawening memiliki target dividen Rp16 miliar hingga 2031 berdasarkan kontrak kinerja perusahaan dengan pemerintah daerah.

Farhan menegaskan target perusahaan tidak hanya berorientasi pada dividen, tetapi juga sasaran lain melalui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

“Walaupun kontrak kinerja untuk dividennya hanya Rp16 miliar sampai 2031, tetapi pada praktiknya nanti target-target yang ingin kami angkat lewat rencana kerja dari perusahaan, RKA,” ujarnya.

Farhan juga belum menandatangani RKA Perumda Tirtawening 2027 karena ingin mempelajari dokumen tersebut secara lebih rinci.

“RKA 2027 masih belum saya tanda tangani karena saya ingin membaca lebih detail,” katanya.

Terkait Direktur Utama, Farhan memastikan sosok terpilih berasal dari kalangan profesional dan menempati peringkat pertama berdasarkan hasil uji kompetensi.

“Latar belakang Dirut profesional dan hasil uji menunjukkan dia ada di peringkat pertama. Jadi saya tidak ada beban. Lihat hasil saja,” tutur Farhan.

Menurutnya, kinerja menjadi ukuran utama pejabat publik sehingga hubungan atau latar belakang sebelumnya tidak menjadi pertimbangan dalam penetapan manajemen.

“Bagian dari konsekuensi kerja jabatan publik. Sama saja dengan saya juga. Yang paling penting memenuhi semua kontrak kinerja,” ujarnya.

Proses pembentukan jajaran direksi lainnya masih berlangsung, sedangkan Dewan Pengawas menunggu persetujuan Kementerian Dalam Negeri.

Pengukuhan manajemen akan dilakukan setelah seluruh tahapan selesai, dengan RKA 2027 menjadi salah satu agenda awal yang harus segera diselesaikan.

“Menunggu semuanya selesai. Yang penting sekarang RKA mesti bahas selesai dulu. RKA 2027, setelah itu kita harus fokus langsung bekerja,” katanya.

Direktur Utama terpilih mulai menjalankan tugas di Perumda Tirtawening sejak (31/8/2026) untuk segera menjalankan target perusahaan.

“Sudah mulai hari ini,” kata Farhan.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait