Wali Kota Minta Maaf Soal Kemacetan BRT, Pastikan Proyek Rampung dan Bermanfaat bagi Warga

Diterbitkan

Minggu, 23 Agustus 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

438 kali

Berita ini dilihat

1 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung meminta maaf atas kemacetan akibat pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) dan memastikan proyek terus dikawal hingga tuntas.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan keluhan kemacetan telah terdeteksi sejak 14 Agustus 2026 dan kini ditangani bersama pihak terkait.

“Saya dapat laporan tertulis. Keluhan-keluhan macet ini memang sudah kita deteksi sejak 14 Agustus yang lalu. Ada berbagai alasan dari kontraktor, tetapi buat saya itu bukan alasan. Yang paling penting adalah bagaimana BRT ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi warga Bandung,” ujar Farhan 21 Agustus 2026.

Farhan mengakui pembangunan BRT masih menimbulkan persepsi negatif karena dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

“Saya mohon maaf sekali karena menimbulkan kemacetan, tetapi saya akan pastikan pengerjaannya cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan,” tuturnya.

Dinas Perhubungan Kota Bandung melakukan pembenahan pada trotoar dan median jalan yang menjadi bagian dari koridor BRT.

Farhan meminta pekerjaan tersebut diselesaikan secara cepat dan rapi dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

“Saya mohon maaf sekali karena menimbulkan kemacetan, tetapi saya akan pastikan pengerjaannya cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan,” tuturnya.

Pembangunan sistem BRT secara menyeluruh ditargetkan selesai 2027 sehingga layanan dapat beroperasi penuh tanpa pekerjaan konstruksi lanjutan yang mengganggu lalu lintas.

Koridor utama BRT akan menghubungkan Alun-alun Bandung, Jalan Sudirman, Rajawali, Stasiun Bandung, Otista, Tegalega, hingga kembali ke pusat kota.

Koridor lainnya menghubungkan Alun-alun, Banceuy, Ahmad Yani, Kiaracondong, Jalan Jakarta, Simpang Lima, Asia Afrika, hingga Alun-alun Bandung.

Sejumlah ruas tersebut nantinya dilengkapi dedicated lane dan separator untuk memberikan prioritas pergerakan bagi armada BRT.

Farhan mengajak masyarakat dan media massa mengawasi pembangunan serta melaporkan kemacetan atau persoalan layanan melalui kanal pemerintah.

“Kalau ada kemacetan atau hal-hal yang tidak memuaskan, laporkan segera. Boleh ke 112, boleh melalui media sosial. Teman-teman wartawan juga silakan mengawasi. Kami membutuhkan bantuan masyarakat untuk memastikan pembangunan BRT ini memberikan manfaat untuk semua orang,” katanya.

Farhan menegaskan pembangunan BRT merupakan bagian dari rencana jangka panjang transportasi massal Kota Bandung.

“Karena ada mimpi berikutnya, yaitu LRT. Tapi itu nanti. Yang sekarang kita fokus memastikan BRT berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait