
PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendukung pembangunan akses khusus menuju Tempat Pemrosesan Akhir Jelekong di Kabupaten Bandung (28/2/2026) sebagai solusi pengolahan sekitar 1.500 ton sampah per hari dari wilayahnya.
Farhan menyampaikan dukungan tersebut saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq meninjau lahan eks Tempat Pemrosesan Akhir Jelekong.
Ia menilai lahan tersedia, namun akses jalan menjadi kunci agar pengelolaan sampah kawasan Bandung Raya berjalan efektif.
“Lahannya ada, memang aksesnya mesti diperjuangkan. Harus diperjuangkan,” ujar Farhan.
Farhan membuka opsi pembiayaan bersama Pemerintah Kabupaten Bandung untuk membangun jalan baru dari Kilometer 151 langsung menuju lokasi.
“Kalau kita patungan bikin jalan akses masuk ke sini, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung pasti sama-sama untung. Benefit-nya jelas ada,” katanya.
Data menunjukkan produksi sampah Kota Bandung sekitar 1.500 ton per hari, sedangkan Kabupaten Bandung mencapai 1.800 ton per hari sehingga total mendekati 3.300 ton setiap hari.
Sekitar 80 persen sampah tersebut masih dikelola dengan sistem open dumping sehingga membutuhkan perubahan sistem pengolahan.
Farhan menegaskan pembangunan akses akan mempercepat investasi dan penerapan teknologi pengolahan yang lebih ramah lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan pembangunan fisik akses menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum setelah desain teknis dan pembebasan lahan disiapkan pemerintah daerah.
“Kalau akses masuk ditugaskan ke Menteri PU untuk mendorong pembangunannya, yang diperlukan nanti desain dan pembebasan tanahnya. Kalau pembangunan fisiknya, saya rasa tidak ada masalah,” ujar Hanif.
Rencana tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar penanganan sampah lebih terkendali dan berdampak langsung pada kebersihan lingkungan warga. (Diskominfo Kota Bandung/bhf)