Wali Kota Muhammad Farhan Gerakkan ASN Bersihkan Sampah Kota Bandung

Diterbitkan

Selasa, 14 April 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

286 kali

Berita ini dilihat

1 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG -  Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meluncurkan gerakan “Sapu-sapu Kota” dengan mewajibkan aparatur sipil negara, camat, dan lurah turun langsung membersihkan sampah sebagai respons kenaikan timbulan sampah sekitar 20 persen yang mulai dirasakan warga (13/4/2026).

Farhan menyampaikan langkah tersebut saat menyerahkan peralatan penanganan sampah kepada perwakilan camat di Plaza Balai Kota Bandung.

Ia menilai persoalan sampah di Kota Bandung sudah menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Ini tanggung jawab kita semua. Tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Lingkungan Hidup. Semua harus bergerak,” tegas Farhan.

Pemerintah Kota Bandung menjadwalkan gerakan “Sapu-sapu Kota” dimulai 19/4/2026 dan dilaksanakan setiap Minggu sejak pukul 04.00 hingga selesai.

Program ini ditujukan untuk memperkuat kerja penyapu jalan sekaligus memastikan lingkungan kota bersih sejak dini hari.

Farhan juga meminta camat dan lurah aktif memimpin penanganan sampah di wilayah masing-masing.

Ia mengingatkan petugas kebersihan dan pengawas lapangan bekerja sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.

“Jika tidak memenuhi standar kerja yang telah ditetapkan maka akan langsung diberhentikan,” kata Farhan.

Farhan menegaskan peralatan yang dibagikan hanya alat bantu sehingga perubahan utama harus dimulai dari kebiasaan masyarakat mengelola sampah.

Ia mengajak warga membiasakan membersihkan, memilah, dan mengolah sampah dari rumah.

“Tidak ada sampah yang bisa diolah tanpa dipilah. Jadi semua harus dimulai dari kita,” ujar Farhan.

Pemerintah Kota Bandung juga memperkuat dukungan sarana persampahan melalui program Gaslah untuk membantu petugas dan masyarakat di tingkat kewilayahan.

Sebanyak 3.194 pasang sarung tangan, 1.597 pasang sepatu boot, 3.194 ember, dan 1.597 kaos telah disalurkan untuk mendukung kegiatan kebersihan di lapangan.

Pemkot Bandung juga menyiapkan tambahan sarana yang menunggu pengesahan anggaran berupa 220 pushcart, 1.597 pengeras suara portabel, 1.597 jas hujan, 1.597 rompi, dan 1.700 timbangan gantung.

Pengadaan sarana juga dilakukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan dan pokok pikiran dengan total 1.024 trolley 120 liter, 84 timbangan duduk digital, serta 465 gerobak sampah.

Tiga kecamatan dengan pengajuan sarana terbanyak melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan yaitu Kecamatan Cibeunying Kidul, Kecamatan Kiaracondong, dan Kecamatan Bojongloa Kidul.

Selain itu, bantuan yang diberikan langsung kepada masyarakat berdasarkan permohonan meliputi 240 trolley 120 liter dan 60 gerobak sampah.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait