PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mendorong Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan nonformal untuk membentuk generasi muda berkarakter.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperingati Hari Pramuka ke-65 sekaligus menutup Bandung Utama Scout Festival 2026 di Plaza Balai Kota.
Upacara dipimpin Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Bandung.
Farhan mengatakan Gerakan Pramuka selama 65 tahun berkontribusi membentuk karakter melalui kedisiplinan, kemandirian, kejujuran, kepemimpinan, dan cinta tanah air.
“Selama 65 tahun Gerakan Pramuka hadir di bumi pertiwi, telah meninggalkan jejak yang dalam. Gerakan Pramuka menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda Indonesia yang menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, kejujuran, kepemimpinan, dan rasa cinta kepada tanah air,” ujar Farhan.
Sebanyak 10 anggota Pramuka berprestasi menerima penghargaan Pemkot Bandung dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bandung atas dedikasi mereka.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap anggota yang mengharumkan Kota Bandung melalui berbagai kegiatan kepramukaan.
“Penghargaan ini adalah bukti kerja keras, dedikasi, dan pengabdian dalam Gerakan Pramuka yang selalu mendapat tempat di hati kita semua,” katanya.
Farhan menilai Pramuka semakin penting di tengah perkembangan teknologi karena dapat membekali anak muda dengan karakter dan kemampuan sosial.
Ia mengajak anggota Pramuka menerapkan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk pribadi bertakwa, patriotis, peduli lingkungan, serta gemar berbuat kebaikan.
“Kota Bandung adalah kota kreatif dan kota pendidikan. Kita memiliki kesempatan sekaligus tantangan untuk melahirkan generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Di sinilah Gerakan Pramuka memiliki peran yang sangat strategis,” ungkapnya.
Farhan juga memberikan apresiasi kepada pembina dan pelatih Pramuka yang konsisten mendampingi generasi muda Kota Bandung melalui pendidikan karakter.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pembina dan pelatih Pramuka yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian luar biasa dalam membina generasi muda Kota Bandung,” tuturnya.
Penutupan Bandung Utama Scout Festival 2026 turut menjadi ruang bagi peserta membangun kebersamaan, karakter, kreativitas, dan keterbukaan melalui kegiatan yang menyenangkan.
Melihat antusiasme peserta dan manfaat kegiatan, Farhan meminta Kwarcab Kota Bandung kembali menyelenggarakan festival tersebut pada 2027.
“Bandung Utama Scout Festival lebih dari sekadar lomba. Ini adalah upaya membangun kebersamaan, karakter, dan keterbukaan dalam suasana yang menggembirakan. Karena itu saya meminta agar kegiatan ini dapat kembali diselenggarakan pada tahun 2027,” tuturnya.
Farhan berharap peringatan Hari Pramuka ke-65 mendorong semakin banyak generasi muda Bandung tumbuh tangguh, berkarakter, dan berjiwa patriot.
“Masa depan bangsa ada di tangan generasi yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa patriot. Saya yakin Gerakan Pramuka akan mampu melahirkan sosok-sosok seperti itu,” ujarnya.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)